PENGANTAR PENDIDIKAN

PENGANTAR PENDIDIKAN

BAB 1  HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA

A.     Sifat hakikat manusia,

 hal ini menjadi keharusan karena pendidikan bukanlah sekedar soal peraktek melainkan peraktek yang berlandaskan dan bertujuan.

  1. 1.      Pengertian sifat hakikat manunsia

Sifat hakikat  manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsiipil membedakan manusia dari hewan.

  1. 2.      Wujud sifat hakikat manusia

a)      Kemampuan menyadari diri

Kaum rasionalis menunjukkan kunci perbedaan manusia dengan hewan pada adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia. Kemampuan membuat jarak dengan lingkungannya berarah ganda, yaitu arah keluar dan kedalam.

b)      Kemampuan beristensi

Kemampuan birinteraksi perlu dibina melalui pendidikan. Pesrta didik diajar agar belajar dari pengalamannya, belajar mengantisipasi sesuatu keadaan dan peristiwa, belajar melihat prospek masa depan  dari sesuatu, serta mengembangkan daya imajinasi kreatif sejak dari masa kanak-kanak.

c)      Kata hati atau consience of man

 juga sering disebut juga dengan istilah hati nurani, lubuk hati, pelita hati, dan sebagainya. Consience ialah “pengertian yang ikut serta atau pengertian yang mengikut perbuatan.

d)      Moaral.

Jika kata hati diartiakn sebagai bentuk pengertian yang menyertai perbuatan, maka yang dimaksud dengan moral adalah perbuatan itu sendiri.

e)      Tanggung jawab

Kesediaan untuk menaggung segenap akibat dari perbuatan yang menuntut jawab, merupakan pertanda dari sifat orang yang bertanggung jawab.

f)       Rasa kebebasan

Merdeka adalah rasa bebes tetapi sesuai dengan tuntutan koordrat manusia.

g)      Kewajiban dan hak.

Kewajiban dan hak adalah dua macam gejala yang timbul sebagai manipestasi dari manusiasebagai mahlik sosial.

h)      Kemampuan menghayati kebebasan.

Kebahagian adalah satu istilah yang lahir dari kehidupan manusia. Penghayatan hidup yang disebut KEBAHAGIAAN ini meskipun tidak mudah untuk dijabarkan tetapi   tidak sulit untuk dirasakan.

B.      DIMENSI-DIMENSI HAKIKAT MANUSIA SERTA POTENSI, KEUNIKAN, DAN DINAMIKA.

Pada bagian ini sifat hakikat tersebut akan di bahas lagi dimensi-dimensinya atau dititik dari sisi lain yang trerkait ada 4 macam dimensi yang akan di sebut yaitu;

  1. Dimensi keindividualan.
  2. Dimensi kesosialan
  3. Dimensi kesusilaan
  4. Dimensi keberagamaan

Rangkuman.

      Dari uraiaan bab 1 dapat disimpulkan bahawa sifat hakikat manusia dan segenap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipiil dunia hewan dari dunia manusia.

      Adanya sifat hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa sehingga  derajatnya lebih tinggi dari pada hewan dan sekaligus menguasai hewan.

      Salah satu sifat hakikat yang istimewa ialah adanya kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia.

      Semua sifat hakikat manusia dapat dan harus di tumbuh kembangkan melalui pendidikan.

      Berkat pendidikan maka sifat hakikat manusia dapat di tumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang sehingga menjadi manusia yang utuh.

BAB 2 PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN.

A.     PENGERTIANPENDIDIKAN

  1. 1.      Batasan tentantang pendidikan

Pendidikan, saperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karna sifatnya yang kompleks itu maka tidak ada sebuah batasan pun  yang cukup memadai untuk menjelaskan arati pendidikan secara lengkap. Di bawah ini di kemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan pungsinya.

  1. Pendidikan sebagai proses  traspormasi budaya.
  2. Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi.
  3. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara.
  4. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja.
  5. Defenisi pendidikan menurut GBHN.
    2.      Tujuan dan proses pendidikan

    1. Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah menurut kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua pungsi yaitu memberikan arah arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatau yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

  1. Proses pendidikan

Proses pendidikan merupakan kegiatanmemobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik yang terarah  kepada pencapaian tujuan pendidkan.

3.      Konsep pendidikan sepanjang hayat (PSH)

Konsep ini akan dikemukakan secara rinci karena mendasari arah baru dunia pendidikan. Ide dan konsep pendidikan sepanjang hayat(PSH) atau pendidikan seumur hidup secara operasional sering pula di sebut “ pendidikan sepanjang raga” bukanlah sesuatu yang baru.

4.      Kemandirian dalam belajar.

    1. Arti dan prinsip yang melandasi

Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktifitas belajar  yang berlangsung sungnya lebih di dorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri dan tanggung jawab sendirin dari pembelajaran.

  1. Alasan yang menopang

Serempak dengan perkembangan iptek ada beberapa alasan yang memperkuatkonsep dalam kemandirian belajar.

B.      UNSUR-UNSUR KEPENDIDIKAN

Proses pendidikan banyak melibatkanhal yaitu;

  1. Subyek yang di bimbing.
  2. Orang yang membimbing.
  3. Interaksi antara peserta didik dan pendidik.
  4. Kearah mana bimbingan di tujukan.
  5. Pengaruh yang di berikan dalam bimbingan.
  6. Cara yang di gunakan dalam bimbingan.
  7. Tempat dimana proses bimbingan berlangsung.
    1.      Pesertra didik.

      Peserta didik berstatus sebagai subjek didk. Pandangan moderen cenderung menyebut demikian oleh bkarena peserta didikadalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin di akui keberadaannya.

a.      Individu yang sedang berkembang.

      Yang di maksud dengan perkembangan disini ialah perubahan yang terjadi dalam diri dalam peserta didik , secara wajar baik di tujukan kepada diri sendiri maupun kearah penyusuaian lingkungan.

b.      Invidu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.

      Dalam proses perkembangannya peserta didik membutuhkan bantuan bantuan dan bimbingan. Bayi yang baru lahir secara badani dan hayati tidak terlepas dari ibunya, seharusnya setelah ia tumbuh berkembang menjadi dewasa ia sudah dapat  hidup  sendidri.

c.       Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

      Dalam perkembangan peserta didik ia memiliki kemampuan untuk berkembang kearah kedewasaan. Pada diri anak ada rasa kecenderungan untuk memerdekakan diri. Hal inin mawajibkan pendidik dan orang tua untuk setapak demi setapak memberi kebebasan dan pada akhirnya mengundurkan diri.

2.      Pendidik.

Yang dimaksud dengan pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.  Hal yang sangat penting di perhatikan adalah persoalan kewajiban.

3.      Interaksi edukatif antara peserta didik dengan pendidik

Interaksi edukatif pada dasarnya adalah kumunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan kependidikan. Pencapaian tujuan pendidik secara optimal di tempuh melalaui proses berkomunikasi intensif dengan memanipulasikan isi, metode serta alat-alat pendidikan.

4.      Materi/isi pendidikan

Dalam sisitem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum yang akan di sajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti maupun muatan lokal.

5.      Konteks yang mempengaruhi pendidikan

    1. Alat dan metode

Alat dan metode pendidikan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Alat melihat jenisnya sedangkan metode sedangkan metode melihat efesiensi dan evektifitasnya.

  1. Tempat peristiwa bimbingan berlangsung.

Lingkunan pendidikan biasa disebut tri pusat pendidikan keluarga sekolah, dan masyarakat.

C.      Pendidikan sebagai sistem.

    1. Pengertian sistem
      1. Sistem adalah suatu  kebulatan  keseluruhan yang kompleks atau terorganisir
      2. Sistyem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang
      3. bersama sama berpungsi untuk mencapai satu tujuan.
      4. d.      Sistem merupakan sehimpunan kopmponen atau subsisten yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
      5. 2.      Komponen dan saling hubungan antara komponen dan sistem pendidkan

Pendidikan sebagi sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen untuk melihat komponen sistem pendidikan . sarana dan prasarana dikemukakan di atas merupakan masukan intrumental.

3.      Hubungan sistem pendidikan dengan sistem lain dan perubahan kedudukan dari sistem.

Di bagian terdahulu  di gambarkan faktor ekonomi, politik, sosial, budfaya sebagai komponen masukan lingkingan dari sistem pendidikan. Oada bagian ini komponen tersebut dilihat sebagai sistem berdidi sendiri, sederajat dengan sistem pendidikan.

4.      Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.

    1. Cara memandang sistem

      Sebenarnya, perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sistem ata upun sebaliknya suatu sistem menjadi komponen dari sistem yang lebih besar, tidak lain lebih dari perubahan cara menadang ruang lingkup suatu sistem atau dengan kata alin ruang lingkup suatu permasalahan.

  1. b.      Masalah berjenjang.

      Ilustrasi mengenai cakupan ruang lingkup masalah yang berbeda-beda.

  1. c.       Analisis sitem dalam pendidikan

      Penggunaan anlisis sistem dalam sistem pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara efesian dan efektif.

  1. d.      Saling hubungan antar komponen

      Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, mnana kala komponen tersebut tidak berhubungan secara pungfsional dengan komponen yang lain.

  1. e.      Hubungan sistem dengan suprasistem

      Telah di jelaskan bahwa di dalam suatu sistem, komponen-komponen saling berhubungan. Dalam ruang lingkup yang besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain.hal iniu wajar oleh karena pada dasarnya setiap sistem hanya merupakan satu aspek dari kehidupan.

  1. 5.      Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan

Istilah pengajaran dapat di bedakan dari pendidikan, tapi sulit di pisahkan. Jika dikatakan “anak diajar menulis yang baik” lebih terasa sebagai pengajaran.

  1. 6.      Pendidikan prajabatan dan pendidikan dalam jabatan sebagai sebuah sistem

Pendidikan prajabatan berpungsi memberikan bekal secara pormal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dan dalam perioder tertentu.

  1. 7.      Pendidikam formal, non formal, dan informal sebagai sebuah sistem

Pendidikan formal yang sering di sebut pendidkan persekolahan, berupa rangkaian jenjangsekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.sementara itu pendidikan taman kanak-kanak masi dipegang sebagai pengelompokan belajar yang menjembatani anak dalam suasana hidup dsalam keluarga dandi sekolah dasar.

RANGKUMAN

            Pendidikan merupakan wahana penting untuk membangun mahasiswapada giliranya manusia hasil pendidikan itu menjadi sumber daya pembanguna. Karena itu, pendidik dalam melaksanakan tugasnya di harapkan tidak kesalahan-kesalahan mendidik hanya dapat di hindari jika pendidik  memahami apa pendidikan itu sebenarnya. Gambaran yang jelas dan benar tentang pendidikan dapat  di peroleh melalui pengkajian terhadap erti dan tugas pendidikan, konsep-konsep yang mendasarinya, unsur-unsurnya, dan kesatupaduan unsur itu dalam satu wujud sistem.

BAB 3. LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENEREPANNYA

A.     Landasan pendidikan

Pendidikan adalah suatu universal dan berlangsung terus tak terputus dari generasi kegenaerasi di manapun di dunia ini. Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselengarakan sesuai dengan pandangan hidup dan dalam latar sosial-budaya setiap masyarakat  tertentu.

1.      Landasan filosofis

      Lanadasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan, yang berusaha menelah masalah-masalah pokokn seperti: apakah pendidikan itu, mengapa pendidikan itu diperlukan , apa yang seharusnya menjadi tujuanya, dan sebagiannya.

2.      Landasan sosiologis

      Manusia selalu hidup berkelompok, sesuatu yang juga terdapat pada mahluk hidup lainnya, hidup berkelompok memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ada pembagian kerja tetap pada tiap anggotanya
  2. Ada ketergantungan antara tiap anggota
  3. Ada kerjasama antara anggota
  4. Ada komunikasi antara anggota
  5. Ada diskriminasi antara individu yang hidup dalam satu kelompok dengan individu yang hidup dalam keloimpok lain.

a.      Pengertian tentang landasan sosiologi

      Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua invidu, bahkan dua generasi, yang memungkinkan generasi muda memperkembangkan diri.kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi dilembaga sekolah yang denganj di sengaja di bentuk oleh masyarakat.

b.      Masyarakat indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional

      Masyarakat mencakup kelompok orang yang berinteraksi antarasesamanya, saling tergantung dan terikat oleh nilai dan norma yang di patuhi bersama, serata pada umumnya  beertempat tinggal di wilayah tertentu, adan adakalnya mereka mempunyai hubungan darah atau memiliki kepentingan bersama.

3.      Landasan kultural

Pendidikan selalu terkait dengan manusia, sedangkan setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan tertentu. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat di lestarikan, dengan jalanmewariskan budaya dari generasi ke generasi penerus dengan jalan ke pendidikan, baik secara formal maupun innformal.

a.      Pengertian tentang kultural
Kebudayaan dapat di bentuk,  di lestariakan baik kebudayaan yang berwujud ideal atau kelakuan dan teknologi, dapat di wujudkan melalui proses pendidikan.
b.      Kebudayaan nasional sebagai landasan sistem pendidikan nasional
Seperti telah di kemukakan, yang dimajsud dengan sisdiknas adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan indonesia. Karena masyarakat indonesia sebagai pendukung kebudayaan itu adalah masyarakat yang majemuk, maka kebudayaan bangsa indonesia tersebut lebih tepat di sebut kebudayaan nusantara yang beragam.
4.      Landasan pisikologis
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan pisikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Pada umumnya landasan pisikologis dari pendidikan tersebut terutamatertuju pada pemahamn manusia, khususnya tentanng proses perkembangan dan proses belajar.
a.      Pengertian tentang landasan pisikologis
Pemahaman peserta didik  utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan, merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu,  hasil kajian dan penemuan psikologis sangat di perlukan penerepannya dalam bidang pendidikan, umpama pengetahuan tentang aspek-aspek pribadi, urutan, dan ciri-ciri pertumbuhan setiap aspek, dan konsep tentang cara-carapaling tepat untuk mengembangkannya.
b.      Perkembangan peserta didiksebagai landasan pisikologis
Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan, baik karena pertumbuhan maupun karena perkembangan. Pertumbuhan terutama karena pengaruh paktor internal sebagai akibat kematangan dan proses kedewasaan.
5.      Landasan ilmiah dan teknologis
Pendidikan serta pengetahuan ilmu teknologi mempunyai kaitan yang sangat erat. Seperti di ketahui, iptek menjadi pengetahuan utama dalam isi pelajaran:dengan kata lain, pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembanagan iptek  harus seghera di akomodasi oleh pendidikan yaknidengan segera memasukkan hasil pengembangan iptek itu kedalam isi bahan ajaran.
a.      Pengertian tentang ilmu tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Terdapat beberapa istilah yang perlu di kaji agar jelas makna dan kedudukan masing-masing, yakni pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi, serta istilah lain yang terkait dengannya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang di peroleh melalui berbagai macam pengindraan terhadap, fakta, penalaran, intuisi, dan wahyu.
b.      Perkembangan iptek seabagi landasan ilmiah
Iptek merupakan salah satu dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang telah di mulai pada permulaan kehidupan manusia.bukti historis menunjukkan bahwa usaha mula bidang keilmuaan tercatat adalah oleh bangsa mesir purba di mana banjir vtahunan sungai nil menyebebkan banyak perkembangan sistem almanak, geometri, dan kegiatan sevai.
B.      Asas-asas pokok pendidikan
Asas pendidikan  merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan,  khusus untuk pendidikan daerah indonesia, terdapat sejumlah asas yang memberi   arah dalam merancang dan melaksaanakan pendidikan itu.
1.      Asas tutwuri handayani
Asas tutwuri handayani, yang kini menjadi semboyan depdikbud pada awsalnya merupakan salah satu dari asas yakni tuju buah asas dari perguruan nasional taman siswa sebagai asas pertama, tutwuri handayani merupakan inti dari sistem among dari perguruan tinggi.
2.      Asas belajar sepanjang hayat
Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang darin sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup. Oleh karena itu UNISCO menetapkan suatu defenisi kerja yaitu pendidikan seumur hidup. Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar di sekolah segoyannya mengemban sekurang-kurangnya dua misi yaitu: yakni membelajarkan peserta didik dengan efisien dan efektif, dsan serentak dengan itu, meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai basis belajar sepanjang hayat.
3.      Asas kemandirian dalam belajar
Baik sas tut wuri handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung erat kaitannya  dengan asas kemandirian dalam belajar. Asas tut wuri handayani pada prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan siswa untuk mandiri, termasuk mandiri dalam belajar.

RANGKUMAN

      Pendidikan selalu berkaitan dengan manusia, dan hasilnya tidak segera tampak. Di perlukan satu generasi untuk melihat satu garis akhir dari pendidikan itu oleh karena itu, apabila terjadi satu kekeliruan yang berakibat kegagalan, pada umumnya sudah terlambat untuk memperbaikinya. Kenyataan ini menuntut agar pendidikan itu rancang dan dilaksanakan secermat  mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asas pendidikan.

Landasan itu adalah:

  1. Landasan filodofis
  2. Landasan sosilogis
  3. Landasan kultural
  4. Landasan pisikologis
  5. Landasan ilmiah dan teknologis

Sedangkan asas pendidikan antara lain

  1. Asas tut wuri handayani
  2. Asas belajar seppanjang hayat
  3. Asas kemandirian dalam belajar.

BAB IV. PERKIRAAN DAN ANTISIPASI TERHADAP MASYARAKAT MASA DEPAN

  1. Perkiraan masyarakat masa depan

Pendidikan selalu berlangsung dalam suatu latar kemasyarakatan  dan kebudayaan tertentu.  Demikian pula di indonesia, pendidikan nasional dilaksanakan berdasarkan latar kemsyarakatan dan kebudayaan indonesia. Pemahaman tentang keadaan masyarakat masa depan tersebut akan terasa sangat penting sebagai latar depan segala kebijakan dan upaya pendidikan masa kini dan masa yang akan datang.

1.      Kecenderungan globalisasi
Istilah globalisasibermakna sebagai bumi satu keutuhan seakan-akan tanpa tapal batas administrasi negara, dunia menjadi amat trasparan. Penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan.
2.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Perkembangan iptek yang  makin cepat dalam era globalisasi merupakan salah satu ciri utama dari masyarakat masa depan. Perkembangan iptek pada akhir abad ke-20 ini sangat mengesankan, utamanya dalam bidang-bidang trasportasi, telekomunikasi dan impormatika, genetika biolkogi molekul, sertabioteknologi.
3.      Perkembangan arus komunikasi yang semakin padat fan cepat
Salah sati perkerkembangan iptek yang luar biasa adalah yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi, utamanya satelit komunikasi, komputer, dan sebagainya. Seperti telah di kemukakan bahwa kemajuan itu telah mendorong perubahan masyarakat dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.perkembangan komunikasi dengan arus inpormasi yang semakin padat dan akan di percepat pada masa depan, mencakup keseluruhan unsur-unsurdalam proses komunikasi tersebut.
4.      Peningkatan layanan propesional
Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional dalam berbagai bidang kehidupan manusia.karena perkembangan iptek yang makin cepat serta perkembangan arus inpormasi yang semakin padat dan cepat, maka anggota masyarakat masa depan semakin luas wawasan dan pengetahuannya serta daya kritis yang semakin tinggi.

B.      Upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan
Masyarakat masa depan dengan cicri globalisasi, kemajuan iptek, dan kesempatan menerima arus informasi yang padat dan cepat, dan sebagainya, tentulah memerlukan warga yang mau dan mampu menghadapi segala permasalahan dan serta siap menyesuaikan diri dengan situasi baru tersebut.
1.      Tututan bagi manusia masa depan
Dalam pembicaraan tentang perkiraan masyarakat masa depan, secara tersirat telah pula di bicarakan tentang tantangan-tantangan yang akan di hadapi manusia masa depan, berdasarkan aturan normatif yang berlakutelah di tetapkan rumusan tujuan pendidik di indonesia, yang dapat di anggap sebagai propil manusia indonesia yang dapat di anggap sebagai propil manusia indonesia di masa depan.
2.      Upaya mengatisipasi masa depan
Berdasarkan pikiran tentang masyarakat masa deapan serta propil manusia yang di harapkan berhasil di dalam masyarakat itu maka perlu di kaji berbagai upaya masa kini yang memungkinkan mewujudkan manusia masa depan tersebut. peruahan nilai dan singkap dalam rangka mengantisipasi masa depan haruslah di upayakan sedemikian rupa sehingga dapat di wujudkan kseimbangan dan keserasian antara aspek pelestarian dan aspek pembaruan.
RANGKUMAN
Pendidik akan menyiapkan peserta didik memasuki msyarakat di masa depan. Oleh karena itu, keputusan dan tindakan dalam bidang pendidikan seharusnya berorientasi ke masyarakat masa depan tersebut. Ciri masyarakat masa depan itu antara,:
globalisasi, utamanya dalam iptek, ekonomi, lingkungan hidup, pendidikan, dan sebagainya.
Perkembangan iptek yang makin  cepat.
Arus komunikasi  yang semakin padat dan cepat, yang mengubah masyarakat  menjadi masyarakat informasi.
Peningkatan layanan profesional dalam berbagai macam segi kehidupan manusia. Khusus yang terakhir tersebut,  perlu lebih di mantapkan propesionalisasi tenaga pendidikan.
Berdasarkan pikiran masyarakat di masa depan tersebut, pendidikan sedang mengambil langkah-langkah mengantisipasinya, baik pada lapis sistem maupun intitusional dan invidual. Dengan demikian, pendidikan di harapakan mampu menghasilkan manusia yang dapat menyesuakan diri serta mampu mengembangkan masyarakat masa depan itu, secara khusus dapat di kemukakan beberapa upaya masa depan itu anatara lain:
Perubahan nilai dan sikap, pengembangan kebudayaan, dan pengembangan sarana pendidikan.
BAB V. PENGERTIAN, PUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN
A.     Pengertian dan pungsi lingkungan pendidikan
Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang dapat di kembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena interaksi manusia dengan linkungannya, baik lingkungan pisik maupun sosial manusia secara episien dan efektif itulah di sebut dengan pendidikan.
1.      Keluaraga
Keluaraga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah orang karena hubungan sebenda dan sedarah.keluarga itundapat berbentuk keluarga inti: ayah, ibu, dan anak.ataupun keluarga yang di perluas. Pada umumnya jenis kedualah yang banyak di temui dalam masyarakat indonesia. Menurut kihanjar dewantoro susana kehidupan keluaraga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan orang-seorang maupun pendidikan sosial.lingkungan keluaraga sunguh-sungguh merupakan pusat pendidikan yang penting dan menentukan, karena itu tugas pendidikan adalah mencari cara, membantu para ibu dalam tiap keluarga agar dapat mendidik anaknya dengan optimal.
2.      Sekolah
Dianatar tiga pusat pendidikan, sekolah merupakan sarana yang secara sengaja di rancang untuk melaksanakan pendidikan. Seperti tgelah di kemukakan bahwa karena kemajuan zaman, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap iptek. Semakin maju satu masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat itu. Satu alternatif yang mungkin di lakukan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, antara lain:
1.      Pengajaran yang mendidik
Yakni pengajaran yang secara serentak memberi peluang pencapaian tujuan intruksional bidang studi dan tujuan-tujuan umum pendidkan lainnya. Untuk maksud tersebut, tiap guru pendidik dapat mengajukan pertanyaan dengan kegiatan belajar mengajar .dalam upaya mewujudkan pengajaran yang mendidik , perlu pula di kemukakan bahwa setiap keputusan dan tindakan guru dalam rangka kegiatan belajar mengajar akan membawa berbagai dampak atau epek kepada siswa, baik efek intruksional maupun efek pengiring.
2.      Masyarakat

Kaiatan anatara masyarakat pendidikan dapat di tinjau dari tiga segi, yakni:

  1. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang di lembagakan maupun yang tidak di lembagakan.
  2. Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan kelompok sosial di masyarakat , baik lansung maupun tidak lansung, ikut mempunyai peran edukatif.
  3. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang di rancang, maupun yang di mamfaatkan. Perlu pula di mamfatkan bahwa manusia dalam bekerja dan hidup sehari hari akan selalu berupaya memperoleh mampaat dari pengalaman hidupnya itu untuk meningkatkan dirinya.
  4. B.      Pengaruh antara timbal balik tripusat pendidikan trerhadap perkembangan peserta didik.

Perkembangan peserta didik, seperti juga tumbu kembang anak pada umumnya, di pengaruhi oleh berbagai faktor yakni hereditas, linkungan proses perkembanagan  dan anugrah.di samping peningkatan kontribusi setiap pusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik, di prasaratkan pula keserasian kontri busi itu, serta kerja sama yang erat yang harmonis antri pusat tersebut.

RANGKUMAN

      Pendidikan merupakan suatu proses yang komples dsan melibatkan berbagai pihak, khususnya keluaraga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang di kenalsebagai tri pusat pendidikan. Pungsi dan peranantri pusat pendidikan itu, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, merupakan paktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun manusia indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu. Dengan demikian, pemenuhan pungsi dan peranan itu secara optimal merupakan salah satu faktor penentukeberhasilan pembangunan nasional.

BAB VI. ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

A.      Aliran kelasik dan gerakan baru dalam pendidikan
Pemikiran-pemikiran tentang pendidikan yang telah di mulai pada zaman yunani kuno, dan dengan kontribusi berbagai bagian dunia lainnya, akhirnya berkembang dengan pesat di eropa dan amerika seriakat.
1.      Aliran-aliran klasik dalam pendidikan dan perauhanya terhadap pemikiran pendidikan di indonesia
Manusia merupakan mahluk yang misterius, yamg mampu menjelajah angkasa luar, tetapi angkasa dalamnya masih belum cukup terungkap minimal para pakar dari ilmu-ilmu prilaku cenderung berbeda pendapat tentang berbagai hal mengenai prilaku manusia itu.
2.      Gerakan baru pendidikan dan pengaruhnya terhadap pelaksannan di indonesia
Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang kompleks menuntut penanganan untuk meningkatakan kualitasnya, baik yang bersifat menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu saja.
a.      Pengajaran alam sekitar
Pokok-pokok pendapat pengajaran alam sekitar tersebut telah banyak di lakukan di sekolah, baik dengan peragaan, penggunaan bahan lokal dalam pengajaran, dan lain-lain. Seperti telah di kemukakan bahwa beberapa tahun terakhir ini telah di tetapkan adanya muatan lokal dalam kurikulum, termasuk pengunaan alam sekitar.
b.      Pengajaran pusat perhatian
Gerakan pengajaran pusat perhatian tersebut telah mendorong berbagai upaya agar dalam kegiatan belajar mengajar di adakan berbagai pariasi agar perhatian siswa tetap terpusat pada bahan  ajaran.
c.       Sekolah kerja
Gerakan sekolah kerja dapat di pandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingakan pendidikan keterampilan dalam pendidikan.
d.      Pengajaran proyek
Khusu dalam bidang pengajaran, deway menegaskan dalam pengajaran proyek, yang di lanjutkan oleh kilpartrick dan kawan-kawannya. Dalam gambaran proyek anak bebas menentukan pilihannya merancang, serta pemimpinnya.
e.      Pengaruh gerakan baru dalam pendidikan terhadap penyelenggaraan pendidikan di indonesia.
Telah kemukakan bvahwa gerakan nbaru dalam pendidikan tersebut terutama berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah, namun dasar-dasar pemikirannya  tentulah menjangkau semua segi dari pendidikan, baik aspek konseptinal.
B.      Dua aliran pokok aliran di indonesia
Dua aliran pokok di indonesia itu di maksudkan adalah perguruan kebangsaan taman siswa dan ruang pendidikan INS kayu tanam. Kedua aliran ini di pandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di indonesia.namun perlu di kemukakan bahwa prakarsa dan upaya di bidang pendidikan terbatas hanya oleh taman siswa dan INS itu saja.
1.      Perguruan kebangsaan taman siswa
Perguruan kebangsaan taman siswa didirikan oleh kihadjar dwantarapada tanggal 3 juli 1932 di yogyakarta, yakni dalam bentuk yayasan, selanjutnya mulai didirikan taman indria dan kursus guru , selanjutnya taman muda disusul taman dewasa merangkap taman guru. Sekarang ini telah di kembangkan sehingga meliputi pula taman madya, praserjan dan sarjan wiyata.
a.      Asas dan tujuan taman siswa
Perguruan kebangsaan taman siswa mempunyai tujuh asas perjuangan untuk menghadapi pemerintah kolonial belanda serta sekaligus untuk mempertahankan kelansungan hidup bersifat nasional dan demokrasi.
2.      Ruang pendidik INS

Ruang pendidk INS didirikan olen muhammad sjafei pada tanggal31 oktober 1926 di kayu taman. INS pada mulanya di pinpin oleh bapaknya, kemudian di ambil alih oleh moh. Sjafei di mulai dengan 75 orang murid, di bagi dalam dua kelas, serta masuk sekolah bergantian karena gurunya hanya satu, yakni moh. Sjafei sendiri.

RANGKUMAN

                        Pemikiran tentang pendidikan sejak dulu, kini, dan masa yang akan datang terus berkembang hasil-hasil dari pemikiran itu desebut aliran dan gerakan baru dalam pendidikan. Aliran tersebut mempengaruhi pendidikan di seluruh dunia, termasuk pendidikan di indonesia dari sisilain, di indonesia juga muncul gagasan-gagasan tentang pendidikan, yang dapat di kategorikan sebagai aliran pendidikan, yakni taman siwa dan INS kayu taman.

                        Kajian tentang berbagai macam alirandan gerakan pendidikan itu akan memberikan pengetahuan dan wawasan historis kepada tenaga kependidikan, hal itu sangat penting, agar para pendidik dapat memahami, dan pada gilirinnya kelak dapat memberi kontribusi terhadap dinamika itu. Dan yang tidak kala pentingnya adalah bahwa dengan pengetahuan dan wawasan historis tersebut, setiap tenaga kependidikan diharapkan memiliki bakal yang memadai dan meninjau berbagai masalah yang di hadapi  serta pertrimbagan yang tepat dalam menetapakan kebijakan dan ataubtindakan sehari-hari.

BAB VII. PERMASALAHN PENDIDIKAN

A.     Permasalahan pokok pendidikan dan penanggulangannya
Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosiala budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa jika tidak singkron denagn pembangunan nasional.
B.      Jenis permasalahn pokok pendidikan
Seperti telah dikemukakan pada bagian A. Pada bagian ini akan di bahas empat masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasional yang perlu di prioritaskan penanggulangannya.
C.      Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan
Permasalahan pokok pendidkan sebagai mana telah di utarakan kepada butir B dan C di atas merupakan masalah pembangunan mikro yaitu masalah-masalah yang berlangsung di dalam sistem pendidikan sendidri. Masalah mikro tersebut berkaitan dengan masalahn mikro tersebut berkaitan dengan masalah makro pembangunan, yaitu masalah di luar sistem pendidikan, sehingga juga harus di perhitungkan di dalam pemecahan masalah mikro pendidikan.
D.     Permasalahn aktual pendidikan dan penanggulangannya

  1. 1.      Permasalahan aktual pendidkan di indonesia

Pendidikan selalu menghadapi masalah, karna selalu terdapat kesenjangan anatara apa yang di harapkan dengan hasil yang dapat di capai dari proses pendidkan . permasalahan aktual berupa kesenjanag-kesenjangan yanmg pada saat ini kita hadapi dan terasa mendesak untuk di tanggulangi.
2.      Upaya penanggulangan

                        Beberapa upaya yang perlu di lakukan  untuk menanggulangi masalah-masalah aktual seperti telah di kemukakan pada butir 1

RANGKUMAN

                        Misi pendidikan adalah menyiapakan sumber daya manusia untuk pembangunan, karewna itu pendidikan selalu menghadapi masalah sebabnya karena pembangunan sendiri selalu mengikuti tuntutan zaman yang selalu berubah. Masal yang di hadapi dunia pendidikan sangat luas dan kompleks. Pertama, karena sifat sasarannya yaitu manusia, merupakan mahluk misteri yang mengundang banyak teka teki, kedua, karena pendidikan harus mengantisipasi hari depan yang juga mengundang banyak pertanyaan. Padahal pemahaman terhadap hari depan itu penting karena menjadi acuan dari segenap perubahan yang terjadi saat ini. Oleh karena itu agar masalah pendidikan dapat di pecahkan. Maka di perlukan tentang rumusan masalah pendididkan yang bersifat pokok yang dapat di jadikan acuan bagi pemecahan masalah praktis yang timbul dalam praktek pendidikan di lapangan. Dengan di kemukakan masalah pokok pendidikan kaitran masalah pokok tersebut satu sama lain, faktor yang mempengaruhi perkembangannya, permasalahan pendidikan yang aktual dan di percaya penanggulangannya.

BANB VIII. Sistem pendidikan nasional

A.     Kelembagaan, program, dan pengelolaan pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat gerperan aktif dan fositif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang.penyelenggaraan sistem pendidikan nasional dilaksanakan melalui bentuk-bentuk kelembagaanbeserta program-programnya.
1.      Kelembagaan pendidikan
Pendidikan nasional  dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar.

  1. Jalur pendidikan
  2. Jenjang pendidikan
    1. 2.      Program dan pengolaan pendidikan
    1. a.      Jenis program pendidikan
      1. Pendidikan umum
      2. Pendidikan kejurusan
      3. Pendidikan luar biasa
      4. Pendidikan kedinasan
      5. Pendidikan keagamaan

BAB IX. PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN

A.     Esensi pendidkan dan pembagunan serta titik temuhnya
Menurut paham umum kata pembangunan lasimnya di asosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri yang selanjutnya di asosiasikan dengan di bangunnya pabrik, jalan, jembatan, jembatan samapai kepada pelabuhan , alat trans portasi komunikasi dan sejenisnya.
1.      Segi saran pendidikan
Pendidikan dalah usaha sadar yang di tujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian yang kuat dan utuh serta bermoral tinggi. Jadi tujuannya citra manusia pendidikan adalah terwujudnya citra manusia yang dapat menjadi sumber daya yang manusiawi.
2.      Segi lingkungan pendidikan
Kalsipikasi ini menunjukkan peran pendidik dalam berbagai lingkungan atau sisitem. Lingkungan keluaraga lingkungan sekolah lingkungan seklolah ataupun dalam sistem pendidiukan pra-jabatan dan dalam jabatan.
3.      Segi jenjang pendidikan
Jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, memberikan bekal pada peserta didik secara berkesinambungan pendidikan dasar merupakan basic adukation yang memberikan bekal dasar bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
4.      Segi pembidangan kerja atau sektor kehidupan
Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi anatar lain: bidang ekonomi, hukum, sosial politik, keuanagn, perhubungan, dan, komunikasi, pertaniaan, pertambangan, pertahanan, dan lain-lain.
Uraian tentang sumbangan pendidikan pada pembangunan seperti di kemukakan di atas dapat di simpulkan sebagai berikut:

  1. Pada langkah pertama, pendidikan menyiapkan manusia sebagai sumberdaya pembangunan.
  2. Pada instansi terakahir, manusialah yang menjadi kunci pembangunan.
  3. Pendidik memegang peranan penting karena merekalah yang menciptakan manusia pencipta pembangunan
  4. B.      Pembangunan sisitem pendidikan nasional
    1.      Mengapa sisitem pendidikan harus di bangun
    Setiap pendidikan selalu berurusan dengan manusia karena hanya manusia yang dapat dididik dan harus selalau  dididik. Bayi hanya akan menjadi manusia jika melalui pendidikan sedangkan manusia adalah satu-satu mahluk yang di karuniai potensi untuk menyempurnakan diri.
    2.      Wujud pembangunan sistem pendidikan
    Secara makro, sisitem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain bertelian erat, yaitu:

–          Aspek filosofis dan keilmuan

–          Aspek yuridis atau perundang-undangan

–          Struktur

–          Kurikulumyang meliputi materi, metodologi, pendekatan, orientasi.

RANGKUMAN

      Pendidikan mempunyai misi pembangunan. Mula-mula membangun manusia, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh pendidikan menjadi sumberdaya pembanguan yang di maksud baik yang bersasaran lingkungan fisik maupun yang bersasaran lingkunagan sosial yaitu dari manusia itu sendidri.

      Jika manusia memeliki jiwa pembangunan sebagai hasil pendidikan maka diharapkanlingkungannya akan terbangun dengan baik.

      Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari segi sasarannya, lingkungan pendidikan, jenjang pendidikan, dan sektor kehidipan.

      Secara khusus sumbangan pendidikan terhadap pembangunan adalah pembangunan atas penyempurnaan sistem pendidikan itu sendidri.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s