TITRIMETRI

I. JUDUL PERCOBAAN

Titrimetri

 

II.TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan dari percobaan ini adalah :

1.Mahasiswa dapat mengetahui standarisasi larutan HCl

2.Mahasiwa dapat mengetahui penentuan campuran karbonat dan bikarbonat

 

  1. III.  LANDASAN TEORI

Metode titrimetri yang dikenal juga sebagai metode volumetri merupakan cara analisis kuantitatif yang didasarkan pada prinsip stoikiometri reaksi kimia. Dalam setiap metode titrimetri selalu terjadi reaksi kimia antara komponen analit dengan zat pendeteksi yang disebut titran. Titran ditambahkan ke dalam larutan analit menggunakan peralatan khusus yang disebut buret sampai mencapai jumlah tertentu hingga mencapai titik ekuivalen. Pencapaian tiik ekuivalen umumnya ditandai oleh perubahan zat tertentu yang sengaja dimasukkan ke dalam analit yang dikenal sebagai indikator. Perubahan indikator terjadi bila semua analit telah bereaksi dengan titran. Kelebihan sedikit titran bereaksi dengan indikator, sehingga terjadi perubahan pada indicator, yang biasa ditunjukkan oleh perubahan warna. Kelebihan titran harus diupayakan sekecil mungkin melalui penambahan titran setetes demi tetes agar tercapai kesalahan sekecil mungkin (Ibnu,2004:93).

Titrasi atau disebut juga volumetri merupakan metode analisis kimia yang cepat,akurat, dan sering digunakan untuk menentukan kadar suatu unsur atau senyawa dalam larutan. Titrasi didasarkan pada suatu reaksi yng digambarkan sebagai:

aA      +    bB                 hasil reaksi

dimana : A adalah penitrasi (titran),B senyawa yang dititrasi

a dan b jumlah mol dari A dan B

Volumetri  atau titrasi dilakukan dengan cara menambahkan (mereaksikan) sejumlah volume tertentu (biasanya dari buret) larutan standar (yang sudah diketahui konsentrasinya dengan pasti ) yang diperlukan untuk bereaksi secara sempurna dengan larutan yang belum diketahui konsentrasinya. Untuk mengetahui bahwa reaksi berlangsung sempurna, maka digunakan larutan indikator yang ditambahkan ke dalam larutan yang dititrasi. Larutan standar disebut dengan titran. Jika volume larutan standar sudah diketahui dari percobaan maka konsentrasi senyawa didalam larutan yang belum diketahui dapat dihitung dengan persamaan berikut :

NB =

Dimana :

NB = konsentrasi larutan yang belum diketahui konsentrasinya

VB = volume larutan yang belum diketahui konsentrasinya

NA = konsentrasi larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar)

VA = volume larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar)

(Wiryawan,2011).

Tidak semua pereaksi dapat digunakan sebagai titran. Untuk it pereaksi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Berlangsung sempurna, tunggal, dan menurut persamaan yang jelas  (dasar teoritis)
  • Cepat dan irreversible
  • Ada petunjuk akhir titrasi (indikator)
  • Larutan baku yang direaksikan dengan analat harus mudah didapat dan sederhana menggunakannya, juga harus stabil sehingga konsentrasinya tidak mudah berubah bila disimpan.

Berdasarkan reaksinya, suatu titrasi digolongkan menjadi 2, yaitu :

1.Reaksi metatetik (titrasi berdasarkan pertukaran ion), meliputi :

a. Netralisasi (asidimetri dan alkalimetri)

b.Presipitimetri (berdasarkan terbentuknya endapan)

c. Kompleksometri (berdasarkan pertukaran persenyawaan kompleks yaitu ion kompleks atau garam yang sukar mengion)

2.Reaksi redoks (titrasi berdasarkan perpindahan electron), meliputi:

a. Permanganometri,dikratometri,steriometri (penggunaan oksidator kuat)

b.Iodometri dan iodimetri (titrasi yang menyangkut titrasi)

(Septyaningrum,2009).

Titrimetri atau analisis volumetri adalah salah satu cara pemeriksaan jumlah zat kimia yang luas pemakaiannya. Hal ini disebabkan karena beberapa alasan. Pada satu segi cara ini menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatannya cukup tinggi. Pada segi lain, cara ini menguntungkan karena dapat digunakan untuk menentukan kadar berbagai zat yang mempunyai sifat yang berbeda-beda (Harizul, 2002 :49).

Mengukur volume larutan adalah jauh lebih cepat dibandingkan dengan menimbang berat suatu zat dengan suatu metode gravimetri. Akurasinya sama dengan metode gravimetri. Analisis volumetri juga dikenal sebagai titrimetri, dimana zat yang akan dianalisis dibiarkan bereaksi dengan zat lain yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan. Konsentrasi larutan yang tidak diketahui (analit) kemudian dihitung. Syaratnya adalah reaksi harus berlangsung secara cepat, reaksi berlangsung kuantitatif dan tidak ada reaksi samping. Selain itu, jika reagen penitrasi yang diberikan berlebih maka harus dapat diketahui dengan suatu indikator. Metode volumetric secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam empat kategori sebagai :

a)   Titrasi asam basa yang meliputi reaksi asam dan basa baik kuat maupun lemah

b)   Titrasi redoks adalah titrasi yang meliputi hampir semua reaksi oksidasi reduksi. Bagian besar titrasi terliput  oleh dua kategori ini

c)   Titrasi pengendapan adalah titrasi yang meliputi pembentukan endapan, seperti titrasi Ag atau Zn dengan K4Fe(CN)6 dengan indikator pengadsorpsi

d)  Titrasi kompleksometri sebagian besar meliputi titrasi EDTA seperti titrasi spesifik dan juga dapat digunakan untuk melihat perbedaan pH pada pengompleksan (Khopkar,2008:39-41).

Pada dasarnya, cara titrimetri ini terdiri dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara stoikiometri dengan zat yang akan ditentukan. Larutan pereaksi itu biasanya diketahui kepeatannya dengan pasti, dan disebut pentiter atau larutan baku. Sedangkang proses penambahan pentiter ke dalam larutan zat yang akan di tentukan disebut titrasi. Dalam proses itu bagian demi bagian pentiter ditambahkan kedalam larutan zat yang akan ditentukan dengan bantuan alat yang  disebut buret sampai tercapai titik kesetaraan.Titik kesetaraan adalah titik pada saat pereaksi dan zat yang ditentukan bereaksi sempurna secara stoikiometri. Titrasi harus dihentkan pada atau dekat titik kesetaraan itu. Jumlah volume  pentiter yang terpakai untuk mencapai titik kesetaraan ini disebut volume kesetaraan. Dengan mengetahui volume kesetaraan. Kadar pentiter dan factor stoikrometri, maka jumlah zat yang ditentukan dapat dihitung dengan mudah(Harizun, 2002 :49-50).

Karena larutan standar HCl bukan merupakan larutan standar primer, maka perlu distandarisasi. Standarisasi biasanya menggunakan natrium boraks. Menurut reaksi:

Na2B407. 10 H2O + 2 HCl                     2 NaCl + H3BO3 + 5 H2O

( 1 mol boraks  = 2 grek )

Konsentrasi HCl standar dapat dihitung dengan rumus :

N HCl =

Keterangan

V1 =volume larutan boraks yang dititrasi

W = berat boraks yang dilarutkan menjadi 100 ml

BM =berat molekul boraks (381)

V2=volume rata-rata larutan standar HCl yang digunakan untuk menitrasi larutan boraks

( Tim Dosen Kimia Analitik, 2011:11-12)

 

  1. IV.   ­ALAT  DAN BAHAN
  2. Alat
  3. Labu Erlenmeyer 250 ml (6 buah )
  4. Gelas kimia 100 ml (1 buah)
  5. Apet gondok 25 ml (1 buah)
  6. Batang pengaduk (1 buah)
  7. Buret 50ml (2 buah )
  8. Statif dan klem (2 buah )
  9. Botol semprot (1 buah )
  10. Pipet tetes
  11. Corong biasa (1 buah )
    1. Labu takar 100 ml (1 buah )
    2. Ball pipet (1 buah )
    3. Neraca analitik ( 1 buah )
    4. Bahan
    5. Larutan boraks (Na2B4O7. 10 H2O)
    6. Indikator mehl orange
    7. Aquadest (H3O+)
    8. Larutan sampel campuran karbonat
    9. Barium (II) klorida (BaCl2)10%
    10. Tissue
    11. Asam klorida 0,1 N (HCl)
    12. Kertas saring

 

  1. V.  PROSEDUR KERJA
  2. Standarisasi HCl
  3. Menimbang 0,4 gram boraks dan melarutkannyan kedalam aquades hinnga 100 ml di dalam labu takar
  4. Mengambil 25 ml (dengan pipet gondok ) larutan boraks yang telah dibuat  dan memasukkannya kedalam Erlenmyer kemudian menambahkan 3 tetes indikator metil orange.
  5. Menitrasi larutan dengan larutan standar sampai terjadi perubahan warna kuning menjadi orange kemudian mencatat volume titran
  6. Mengulangi cara kerja 2 sampai 3 sebanyak 3 kali dan mencatat volume rata-rata titran
  7. Menghitung konsentrasi HCl standar dengan rumus:

N HCl =

 

  1. Penentuan campuran karbonat dan bikarbonat
  2. Mengambil 25 ml larutan sampel campuran, menambahkan 3 tetes indikator MO, menitrasi dengan larutan HCl standar 0,1 N
  3. Mengulangi cara kerja (1) sebanyak 3 kali , dan mencatat volume titran rata- rata sebagai V1 (ml)
  4. Mengambil 25 ml larutan sampel campuran dan menambahkan 30 tetes larutan BaCl2 10%sampai tidak terbentuk endapan lagi. Membiarkan endapan turun , menyaring kemudian menitrasi filtrate dengan larutan HCl standar 0,1 dengan indikator MO sebanyak 3 tetes.
  5. Mengulangi cara kerja (3) sebanyak 2 kali mencatat volume rata-rata titran sebagai V2 (ml).
  6. Menghitung kadar karbonat dan bikarbonat dalam sampel dengan rumus.

Kadar HCO3 =  mnol/ ml (ml)

Kadar CO3 =  mmol/ml (M)

 

  1. VI.   ­HASIL PENGAMATAN
  2. Standarisasi HCl

0,4 9 Na2B4O7. 10 H2O (Kristal putih) + 100 mL aquades  (bening )

Larutan Na2B4O7.10H2O (bening)

25 mL larutan Na2B4O7 (bening) + 3 tetes indikatorMO (orange)                     larutan  kuning      dititrasi      larutan berwarna orange

Titrasi

VHCL (mL)

I

II

III

5,60

5,60

5,50

Volume rata-rata =

  1. Penentuan campuran karbonat dan bikarbonat

1.) 25 ml larutan sampel campuran (bening) + 3 tetes indikator MO (orange)             kuning dititrasi     larutan orange.

Titrasi

VHCl (ml)

I

II

III

31,20

31,20

31,50

Volume rata-rata =

25 ml larutan sampel campuran (bening) + 30 tetes BaCl­2  (bening)  diaduk larutan  putih  dan   endapan putih      disaring         larutan bening +3 tetes indikator MO (orange)          larutan kuning dititrasi   larutan berwarna orange.

Titrasi

VHCl (ml)

I

II

20,30

19,00

Volume rata-rata =

  1. VII.    ANALISIS DATA
    1. Standarisasi  HCl

Dik: V1 =25mL

V2 = 5,57 mL

W =0,4 gram = 400 mg

BM boraks =381 mg/mmol

Dit : N HCl =……….?

Peny =

N HCl=

=

= 0,094 N

  1. Penentuan campuran karbonat dan bikarbonat

Dik = N HCl =0,094 N

V1= 31,30 mL

V2 = 19,65 ML

Dit = a.kadar HCO3 =….?

b.kadar CO3 =……?

Peny:

  1. Kadar HCO3 =

 

  1. Kadar CO3 =

=

=

=0,022 N

=0,022 mmol/ ml

 

VIII. PEMBAHASAN

  1.  Standarisasi HCl

Larutan HCl merupakan larutan standar sekunder yang memiliki konsentrasi mudah merubah. Ubah dan tidak stabil dalam penyimpanannya. Oleh karena itu, dilakukan standarisasi larutan terhadap HCl dengan menggunakan larutan boraks yang merupakan larutan standar primer. Larutan boraks digunakkan karena memiliki konsentrasi yang tetap dan stabil dalam penyimpanannya. Selain itu, boraks mmerupakan basa lemah yang mampu bereaksi dengan HCl. Larutan boraks  yang telah dibuat direaksikan dengan indikator metil orange yang berfungsi untuk memberikan tanda perubahan saat titrasi berakhir yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna pada larutan yang dititrasi yaitu dari kuning menjadi orange. Indikator metil orange digunakan karena trayek pH indikator metal orange (3,2 4,4) yang bersifat asam sesuai dengan larutan HCl yang akan distandarisasi yang bersifat asam pula. Larutan kuning yang dihasilkan dititrasi dengan larutan standar HCl dan dihasilkan larutan berwarna orange. Titrasi ini dilakukan sebanyak 3 kali agar diperoleh hasil yang lebih akurat. Volume rata-rata titran yang diperoleh adalah 5,57 mL sedangkan normalitas HCl sebesar 0,094 N. Reaksinya, yaitu :

 

–          Na+O3 S               N=N               (CH3)2 + H3O+

Indikator MO

–          Na+O3 S               N.N           = N+ (CH3)2 + H2O

–          Na2B4O7.10H2O + 2 HCl               2 NaCl + H2BO4 + 5 H2O

 

  1. Penentuan campuran karbonat dan bikarbonat

Larutan sampel campuran karbonat dan bikarbonat direaksikan dengan indikator metil orange kemudian dititrasi dengan larutan standar HCl sehingga menghasilkan larutan yang berwarna orange. Titrasi ini dilakukan sebanyak 3 kali agar diperoleh hasil yang lebih akurat. Volume HCl yang digunakan pada titrasi I,II, dan III masing-masing sebesar 31,20 mL, 31,20 mL, dan 31,50 mL. Volume rata-ratayang diperoleh sebesar 31,30 mL dengan kadar karbonat sebesar 0,074 mmol/mL.

Penentuan kadar bikarbonat dilakukan dengan mereaksikan larutan sampel campuran dengan larutan BaCl2 10% sampai tidak terbentuk endapan lagi. Penambahan BaCl2 10% berfungsi untuk mengendapkan ion CO32- sampai membentuk BaCO3 sehingga yang tersisa hanya bikarbonatnya. Larutan dengan endapan putih yang dihasilkan disaring kemudian filtrate yang diperoleh ditambahkan indikator metil orange yang berfungsi untuk memberikan tanda perubahan saat titrasi berakhir yang ditandai dengan berubahnya larutan kuning menjadi larutan orange. Titrasi dilakukan sebanyak 2 kali agar diperoleh hasil yang lebih akurat. Volume titran yang diperoleh pada titrasi I dan II adalah 20,30 mL dan 19,00 mL dengan volume rata-rata sebesar 19,65 mL. Kadar bikarbonat yang diperoleh adalah 0,022 mmol/mL. Reaksinya yaitu :

CO32- + BaCl2              BaCO3     (putih) + 2Cl

HCO32- + HCl               H2CO3  +  Cl

 

 

 

  1. IX.   KESIMPULAN DAN SARAN
  2. Kesimpulan
    1. Normalitas larutan HCl yang diperoleh dari hasil standarisasi adalah 0,094 N.
    2. Kadar karbonat dalam larutan sampel campuran yang digunakan adalah 0,074 mmol/mL sedangkan kadar bikarbonat sebesar 0,022 mmol/mL.

 

  1. Saran

Praktikan diharapkan agar lebih teliti dn berhati-hati dalam melakukan praktikum dalam hal ini penitrasian agar diperoleh hasil yang lebih akurat dan sesuai dengan yang diharapkan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Harizul,Rivai.2002.Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta : Universitas Indonesia

Ibnu,Sodiq. 2004. Kimia Analitik. Malang : JICA

Khopkar,S.M. 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Universitas Indonesia Press

Septyaningrum,Riana. 2009. Analisis Kuantitati Secara Volumetri.(http://www.chem-is-try.org). Diakses pada 11 Desember 2011

Tim Dosen Kimia Anallitik. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Analitik I. Makassar : Laboratorium Kimia FMIPA UNM

Wiryawan, Adam. 2011. Prinsip Titrasi. (http://www.chem-is-try.org) . Diakses pada 11 Desember 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s