Kepustakaan Kimia: Informasi Kimia

Menurut Budi Nugroho (2009), perubahan dan perkembangan informasi kimia terjadi dengan amat cepat. Berbagai sumber informasi yang sebelumnya banyak digunakan orang pada saat ini telah digantikan oleh sumber lain. Keterampilan menelusuri informasi kimia sangat diperlukan oleh orang-orang yang lingkup pekerjaannya berada di bidang kimia, baik dari kalangan industri, akademisi, maupun masyarakat pada umumnya. Mereka harus dapat mengikuti arah perkembangan mutakhir bidang kimia.

Dalam rentang 10 – 15 tahun terakhir kita menyaksikan perubahan dan perkembangan informasi kimia yang dahsyat, terutama akibat kemajuan teknologi informasi dalam hal teknik penanganan dan pemrosesan informasi kimia. Penyelenggara pendidikan tinggi pun menyambut perkembangan ini dengan memasukkan kuliah pustaka kimia bagi para mahasiswanya dalam kurikulum yang wajib diambil.

Para ilmuwan dari berbagai cabang keilmuan memerlukan komunikasi yang lebih baik di antara mereka agar dapat mengikuti perkembangan terakhir di bidang penelitian mereka. Mereka melakukannya dalam pertemuan-pertemuan ilmiah dan juga berkorespondensi secara intensif.

Sarana yang sering digunakan oleh para ilmuwan adalah pustaka primer. Permasalahan yang muncul adalah berlimpahnya terbitan pustaka primer tiap tahunnya yang menyebabkan para ilmuwan sulit mengikutinya. Bayangkan, setiap tahun terdapat lebih dari 400.000 makalah dan 100.000 paten yang diterbitkan! Penguasaan informasi perkembangan penelitian kimia terbaru mutlak diperlukan oleh para peneliti sehingga dapat mengikuti perkembangan dan arah perkembangan baru di bidangnya. Hal itu bisa dilakukan jika mereka mengikuti pustaka-pustaka baru yang diterbitkan. Seorang kimiawan tentu saja tidak akan mampu membaca banyak majalah kimia yang diterbitkan pada saat yang sama. Majalah yang dibaca oleh seorang kimiawan rata-rata sedikit, mungkin hanya sekitar 10 – 15 majalah saja. Sebagian besar majalah hanya meliput topik-topik khusus sehingga para kimiawan dapat membatasi jumlah majalah yang diminatinya. Informasi mengenai perkembangan terbaru penelitian kimia dapat pula dicari dalam pustaka sekunder (indeks makalah, kumpulan abstrak, atau lembar informasi) yang merujuk kepada pustaka asal dari topik-topik diminati.

Selama lebih dari 200 tahun hasil-hasil penelitian dilaporkan dalam pustaka keilmuan antara lain majalah, tesis, laporan badan nasional dan internasional, risalah pertemuan nasional dan internasional, permohonan paten dan sebagainya. Informasi-informasi mengenai sifat-sifat fisika dan kimia suatu senyawa dan cara pembuatan mungkin masih digunakan oleh para kimiawan saat ini meskipun data itu telah dilaporkan pada tahun-tahun yang lalu. Dengan adanya sistem penyimpanan yang baik maka informasi tersebut dapat dicari dengan mudah.

Penggunaan pustaka kimia dan sumber informasi lain yang tersedia dengan benar memerlukan upaya dan ketekunan yang luar biasa dari para kimiawan itu sendiri. Namun hal ini akan memberikan manfaat besar pada berbagai penelitian.

  1. A.    Definisi Informasi Kimia

Informasi kimia merupakan informasi tentang sebuah penelitian atau sebuah bahan ajar yang ditulis oleh penulis aslinya dengan tujuan dengan adanya informasi tersebut, tidak ada lagi yang bisa meneliti penelitian tersebut.

  1. B.     Bentuk Informasi Kimia

Dalam mempelajari materi tentang informasi kimia, terdapat beberapa bentuk dari informasi kimia yag sangat penting untuk diketahui mahasiswa sebagai acuan dalam belajar kepustakaan kimia.

Adapun bentuk-bentuknya antara lain sebagai brikut:

  1. Informasi primer

Informasi primer adalah informasi yang memuat hasil penelitian yang ditulis oleh peneliti aslinya. Adapun jenis-jenis primer, sebagai berikut:

  1. Skripsi / tesis / disertasi

suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.

Atau secara umum skripsi / tesis /disertasi dapat diartikan sebagai usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip. Dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan).

Dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah.

  1. b.      Makalah seminar

Makalah seminar merupakan suatu tulisan yang memuat tentang abstrak, pendahuluan, perencanaan, penyajian seminar, dan pustaka. Adapun lampiran dari makalah seminar itu sendiri, yaitu berisi tentang tanda-tanda koreksi pada makalah dan berisi petunjuk bagi penulis makalah.

  1. c.       Paten

Kata paten, berasal dari bahasa inggris patent, yang awalnya berasal dari kata patere yang berarti membuka diri (untuk pemeriksaan publik), dan juga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yang dikeluarkan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu. Dari definisi kata paten itu sendiri, konsep paten mendorong inventor untuk membuka pengetahuan demi kemajuan masyarakat dan sebagai gantinya, inventor mendapat hak eksklusif selama periode tertentu. Mengingat pemberian paten tidak mengatur siapa yang harus melakukan invensi yang dipatenkan, sistem paten tidak dianggap sebagai hak monopoli.

  1. 2.      Informasi sekunder

Informasi sekunder adalah informasi yang memuat hasil telaah pada berbagai penelitian dengan mengacu pada informasi primer. Informasi sekunder kurang menegaskan daripada informasi primer. Umumnya penulisan laporan pada informasi ini setelah ada fakta yang konkret dari hal-hal yang sudah terjadi sebelumnya. . Informasi sekunder bukan merupakan fakta-fakta, tapi hanya berupa komentar dan diskusi dari fakta-fakta. Adapun jenis-jenis informasi sekunder, antara lain:

  1. a.       Daftar abstrak (Abstract data types)

Abstract Data Types adalah konsep matematis yang mendefinisikan suatu tipe data, terdiri dari sejumlah nilai dan operasi. ADT terdiri dari struktur data abstrak dan operasi, dimana struktur data abstrak hanya dapat diakses dengan mendefinisikan operasi. Sekumpulan data dan operasi terhadap data tersebut yang definisi-nya tidak bergantung pada implementasi tertentu. Kumpulan dari berbagai macam operasi tersebut disebut interface (Antar Muka). Dan operasi tersebut dapat dilihat dari luar karena memiliki Interface. Secara garis besar, ADT ada beberapa bagian yaitu:

List
Stack
Queue

LIST
List merupakan sebuah kumpulan benda di mana setiap benda memilikiposisi.
STACK
Stack adalah merupakan sebuah kumpulan benda dimana hanya benda yang baru dimasukkan yang dapat diakses atau dilihat. Stack juga merupakan perintah pengumpulan data secara linier yang disebut “last in, first out” (LIFO). Misalnya:

• Setumpuk koran, dimana koran yang paling terakhir ditambahkan dan ditaruh di atas tumpukan yang dapat dilihat.

• Tumpukan kotak rokok, koin, buku, dll.

QUEUE
Queue atau antrian adalah sebuah kumpulan benda di mana hanya benda yang terakhir dimasukkan yang dapat diakses. Queue atau Antrian merupakan perintah pengumpulan data yang disebut “first-in, first-out”. Aplikasi ini meliputi jadwal pekerjaan dalam sebuah operasi.

  1. Informasi Tersier

Informasi tersier adalah informasi yang memuat hasil pengetahuan atau teori maupan yang diperoleh dari berbagai sumber referensi. Adapun jenis-jenis dari informasi tersier antara lain:

  1. Buku ajar

Buku ajar merupakan gambaran singkat dan jelas tentang uraian buku yang diusulkan dan disusun berdasarkan kurikulum program studi jurusan.

  1. Buku praktikum

Buku praktikum merupakan suatu gambaran atau penuntun yang dapat membantu praktikan dalam melakukan suatu penelitian atau praktikum.

  1. C.    Fungsi Informasi Kimia

Adapun fungsi dari informasi kimia adalah sebagai berikut :

  1. Dapat menjamin pengembangan ilmu pengetahuan secara terus menerus
  2. Saling melengkapi dan membantu kemudahan pemecahan masalah antar peneliti
  3. Menghindari duplikasi penelitian yang tidak perlu
  4. Dapat menghindari perumusan teori-teori baru dengan argumentas yang diperoleh dari berbagi pihak
  5. D.    Arti Penting Informasi Kimia

Penguasaan informasi perkembangan penelitian kimia terbaru mutlak diperlukan oleh para peneliti sehingga dapat mengikuti perkembangan dan arah perkembangan baru di bidangnya. Hal itu bisa dilakukan jika mereka mengikuti pustaka-pustaka baru yang diterbitkan. Bagaimana hal ini dapat dilakukan ? Seorang kimiawan tentu saja tidak akan mampu membaca banyak majalah kimia yang diterbitkan pada saat yang sama. Majalah yang dibaca oleh seorang kimiawan rata-rata sedikit, mungkin hanya sekitar 10 – 15 majalah saja. Sebagian besar majalah hanya meliput topik-topik khusus sehingga para kimiawan dapat membatasi jumlah majalah yang diminatinya. Informasi mengenai perkembangan terbaru penelitian kimia dapat pula dicari dalam pustaka sekunder (indeks makalah, kumpulan abstrak, atau lembar informasi) yang merujuk kepada pustaka asal dari topik-topik diminati.

Selama lebih dari 200 tahun hasil-hasil penelitian dilaporkan dalam pustaka keilmuan antara lain majalah, tesis, laporan badan nasional dan internasional, risalah pertemuan nasional dan internasional, permohonan paten dan sebagainya. Informasi-informasi mengenai sifat-sifat fisika dan kimia suatu senyawa dan cara pembuatan mungkin masih digunakan oleh para kimiawan saat ini meskipun data itu telah dilaporkan pada tahun-tahun yang lalu. Dengan adanya sistem penyimpanan yang baik maka informasi tersebut dapat dicari dengan mudah.

Penggunaan pustaka kimia dan sumber informasi lain yang tersedia dengan benar memerlukan upaya dan ketekunan yang luar biasa dari para kimiawan itu sendiri. Namun hal ini akan memberikan manfaat besar pada berbagai penelitian yang akan mereka lakukan.

Para saintis dan peneliti merupakan penerima manfaat terbesar dari kemajuan teknologi informasi saat ini. Internet memungkinkan mereka saling bertukar informasi tanpa hambatan jarak dan waktu. Para peneliti selalu dapat mengikuti trend baru bidang penelitian mereka karena informasi dari internet sangat cepat dan luas yang pada akhirnya sangat berguna untuk mempercepat kemajuan penelitian mereka.

Salah satu kata kunci dari teknologi informasi adalah pangkalan data atau pusat dokumentasi dan informasi. Negara-negara maju berlomba-lomba untuk melengkapi pangkalan data ilmiah mereka sebagai contoh pangkalan data bahan-bahan kimia, pangkalan data rantai DNA, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya adalah pangkalan data para peneliti dan perpustakaan digital hasil-hasil karya ilmiah mereka. Pangkalan data yang kini banyak yang telah ditampilkan sebagai site/homepage, dilengkapi kemudahan mencari informasi yang dibutuhkan dan mendapatkannya dalam bentuk media elektronik bagi siapa saja yang memiliki akses ke internet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s